SCROLL

SELAMAT DATANG DI Uniek M. Sari's BLOG

Minggu, 10 April 2011

Mengenal SUSUK KB

Alat kontrasepsi ini termasuk jenis hormonal sebab dalam batang silastik yang terbuat dari sejenis silikon yang lentur sebesar batang korek api dan berisi hormon progesterone,  dimasukkan di bawah kulit lengan atas
Cara kerja implan sebagai alat kontrasepsi tidak berbeda dengan alat kontrasepsi hormonal lain seperti pil dan suntik KB yaitu menekan ovulasi sehingga sel telur cepat matang dan mengubah lendir servik atau cairan dalam servik menjadi lebi kental serta mengganggu proses pembentukan lapisan endometrium dalam rahim sehingga sulit untuk terjadinya proses dimana embrio yang telah menetas menempel sendiri ke bagian dalam uterus dan mulai mengambil makanan serta oksigen melalui plasenta (implantasi).
Manfaat alat kontrasepsi jenis ini dapat dilihat dari unsur-unsur efektifitas seperti :
  1. Waktu bahwa pemasangan hanya memakan waktu paling lama 15 menit dan alat kontrasepsi ini berlaku efektif selama 3 sampai dengan 5 tahun. Sangat berbeda bila diperbandingkan dengan pil yang harus diminum setiap malam atau suntik yang harus di lakukan setiap bulan sekali atau setiap tiga bulan sekali.
  2. Biaya dapat diukur dalam kurun waktu pemakaian minimal selama 3 tahun dimana alat kontrasepsi jenis pil membutuhkan biaya dengan perhitungan Rp. 7.500,- (harga pil) X 12 bulan X 3 tahun yakni sekitar Rp. 270.000,- sedagkan untuk jenis alat kontrasepsi suntik membutuhkan biaya dengan perhitungan  Rp. 30.000,- (ongkos suntikan) X 4 kali (suntik setiap 3 bulan) X 3 tahun yakni sekitar Rp. 360.000,- Ini estimasi pelayanan KB yang dilakukan di sarana klinik swasta maupun pemerintah sebab untuk pelayanan jenis Pil atau Suntik di klinik pemerintah dibatasi hanya untuk keluarga pra sejahtera dan sejahtera I alasan ekonomi. Untuk pelayanan Implan yang dilakukan di klinik pemerintah tidak dibebani biaya atau gratis sehingga bila diperbandingkan dari segi biaya jelas implan yang paling murah.
  3. Tenaga yang bisa dikaitkan dengan seberapa besar usaha untuk menggunakan alat kontrasepsi tersebut dimana pil harus diingat untuk diminum setiap malam, suntikan harus tetap diingat ulangannya setiap bulan sekali atau setiap tiga bulan sekali sedangkan implan cukup sekali pasang dan yang perlu diingat adalah pasca pemasangan Pasangan Usia Subur harus menggunakan alat kontrasepsi kondom terlebih dahulu bila mau melakukan hubungan sebab diperkirakan hormon progesteron efektif bekerja setelah beberapa hari di pasang.
  4. Tidak berpengaruh terhadap produksi ASI, tingkat kesuburan sebab cepat kembali, bebas dari pengaruh estrogen, dapat mengurangi rasa nyeri diwaktu haid juga mengurangi volume darah menstruasi, mengantisipasi munculnya kanker endrometrium dan endometriosis (penyakit di rahim )
Selain hal-hal positif yang mendukung efektifitas pemakaian alat kontrasepsi implan atau susuk KB, pada alat kontrasepsi ini juga terdapat beberapa hal yang bisa dikatagorikan kegagalan alat kontrasepsi ini yang lebih sering terjadi saat akan dilakukan pemasangan sebab alat kontrasepsi tidak diperuntukkan bagi mereka yang berada dalam kondisi :
  • Sedang hamil atau di duga hamil
  • Ibu baru melahirkan yang menyusui belum sampai 6 minggu
  • Perdarahan pada vagina yang belum terdeteksi penyebabnya
  • Benjolan yang diduga kanker payudara atau riwayat kanker payudara
  • Alergi terhadap perubahan pola haid
  • Memiliki Penyakit  tumor jinak pada dinding rahim
  • Penyakit dengan gangguan stadium pra deabetes
  • Penyakit hati, stroke, jantung, yang menggunakan obat untuk epilepsi/TBC
    Melihat pada keseluruhan uraian jelaslah bahwa kontrasepsi yang di tanam di bawah jaringan kultr ini lebih efektif bila diperbandingkan dengan pil maupun suntikan. Namun kenyataan di lapangan tidak seindah yang diharapkan sebab masih banyak yang berasumsi alat kontrasepsi ini sama dengan susuk-susuk yang dipasang pada tubuh manusia dengan tujuan-tujuan seperti pengasih, kecantikan, kewibawaan dan sebagainya.
     
    Dari uraian mengenai bahan pembuat alat kontrasepsi implan, jelas berbeda dengan susuk-susuk lain untuk keperluan selain kontrasepsi yang terbuat dari bahan tembaga, emas, perak maupun jenis kayu tertentu. Disamping itu, tempat bersemayam-nya susuk KB adalah di bawah kulit dan bisa teraba bila sewaktu-waktu perlu dilepas sedangkan susuk lainnya di tanam ke dalam daging. Hal yang paling penting adalah tujuan atau niat apalagi kalau berpedoman pada sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasalam yang berbunyi Innamal 'Amalu Binniyaat yakni segala amal perbuatan sangat tergantung pada niatnya maka niat memakai susuk KB adalah untuk menjaga kesehatan reproduksi sebagaimana dalam uraian manfaat dan kontraindikasi dalam alat kontrasepsi implan dengan tujuan agar dapat meninggalkan keturunan yang berkualitas sedangkan niat penggunaan susuk lainnya adalah untuk kecantikan, ketampanan, kewibawaan, pengasih, kekayaan dan sebainya dengan tujuan bertentangan dengan yang ditaqdirkan Allah Ta'ala atas hidup manusia ketika lahir.

    Semoga tulisan ini mampu menyeimbangkan rumor yang berkembang di masyarakat mengenai alat kontrasepsi implan dan bisa memberi manfaat bagi siapapun juga yang memerlukannya.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Email

    Entri yang Diunggulkan

    MENILIK KELEMBAGAAN (Pengamatan dari 3 bagian)

    S aya sudah pernah menulis mengenai kelembagaan BKKBN dalam artikel di  https://uniek-m-sari.blogspot.com/2015/02/uu-no-23-tahun-2014-dan-kk...