SCROLL

SELAMAT DATANG DI Uniek M. Sari's BLOG

Rabu, 13 Februari 2013

TFR Hasil Akhir KKP

SASARAN

Setiap organisasi menjalankan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan. Demikian pula hal-nya dengan program yang dilaksanakan oleh BKKBN yakni meliputi :
  1. Penyuluhan atau Komunikasi, Informasi dan Edukasi
  2. Pelayanan KB
  3. Pembinaan kesertaan ber-KB melalui BKB, BKR, BKL dan UPPKS
  4. Penurunan angka kawin muda.
Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengarah pada satu tujuan yakni menurunkan laju pertumbuhan penduduk. Turunnya laju pertumbuhan penduduk dapat ditekan dengan mengatur kelahiran. Oleh karenanya, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ditetapkan pengaturan kelahiran dengan target Total Fertyility Rate sebesar 1,1. Artinya, setiap wanita usia subur dalam kurun waktu masa suburnya hanya melahiran 1 (satu) orang bahkan paling banyak 2 (dua) orang.

KONTRAK KINERJA PROGRAM

Agar kegiatan yang dilaksanakan BKKBN bisa dipantau secara kontinyu selama masa pemerintahan 2010-2014 maka TFR menjadi indikator keberhasilan dalam penurunan Laju Pertumbuhan Penduduk. Dalam upaya mencapai hasil akhir berupa TFR ini maka ditetapkan kinerja yang harus dilaksanakan oleh BKKBN seperti :

  1. Peningkatan jumlah peserta KB Aktif
  2. Peningkatan jumlah peserta KB yang menggunakan MKJP sehingga bisa lestari
  3. Pelayanan peserta KB Baru
  4. Peningkatan kompetensi tenaga pelayanan KB.
Sayangnya, Total Fertility Rate yang merupakan hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia tidak bisa dipantau sampai ke Kabupaten/Kota melainkan hanya sampai di level Provinsi.

Pada kondisi ini, jelas menunjukkan bahwa berhasil atau tidaknya program keluarga berencana yang ditunjukkan dengan penurunan jumlah kelahiran dalam angka TFR tidak bisa dipantau sampai ke Kabupaten/Kota. Padahal, bergeraknya kegiatan dalam program Keluarga Berencana justru terfokus di Kabupaten/Kota. Dengan demikian, akan sulit bagi pengelola program di Provinai untuk menetapkan Kabupaten/Kota mana yang tidak mencapai angka TFR sebagai wujud pelaksanaan program KB.

HASIL AKHIR

Mengingat bahwa hasil akhir dari program Keluarga Berencana adalah mengenai kelahiran, maka seyogyanya ada alat ukur mengenai kelahiran yang bisa dipergunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan program KB di Kabupaten/Kota.

Salah satunya adalah bersumber dari data yang ada di BPS seperti misalnya Rata-rata Banyaknya Anak yang Pernah Dilahirkan Hidup Per Wanita Menurut Wilayah dan Kelompok Umur dan data lainnya yang menggambar kelahiran.

Angka ini bukanlah TFR melainkan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kelahiran di Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan. Dengan demikian tingkat keberhasilan program KB di tiap Kabupaten/Kota bisa dipantau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Email

Entri yang Diunggulkan

MENILIK KELEMBAGAAN (Pengamatan dari 3 bagian)

S aya sudah pernah menulis mengenai kelembagaan BKKBN dalam artikel di  https://uniek-m-sari.blogspot.com/2015/02/uu-no-23-tahun-2014-dan-kk...